Jakarta, 30 Juni 2026 – Perusahan consumer goods and agricultural commodities nasional – PT
Widodo Makmur Perkasa Tbk (IDX: WMPP) sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2026 telah
menunjukkan perbaikan kinerja seiring dengan upaya efisiensi perusahaan. Pada kuartal pertama
2026, Perseroan berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 287,7 miliar secara konsolidasi, atau
meningkat hingga 40,9% dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun 2024.
Apabila dilihat dari segmen usahanya, pendapatan ini paling bayak disumbang oleh lini bisnis
peternakan unggas (poultry) sebesar 85,54%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat
processing) sebesar 11,52%, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96%, dan
komoditas (commodity) sebesar 0,99%. Selan itu, Perseroan juga meunjukan perbaikan pada sisi
Beban Pokok Pendapatan yang berdampak positif terhadap Laba Kotor yang dicatatkan sebesar Rp
3,2 Miliar sepanjang Q1-2026, naik 156,1% YoY. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan laba bersih
sebesar Rp 130,3 Miliar, atau naik 281,5% YoY dari periode sebelumnya yang masih mencatat rugi
Rp 71,8 Miliar.
“Perbaikan rasio Beban Pokok Pendapatan yang membuat Perseroan berhasil mencatat laba kotor
ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya. Hal ini juga seiring
dengan perbaikan kinerja Perseroan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan
global dan dalam negeri yang membuat pendapatan Perseroan mengalami peningkatan, khususnya
di segmen Poultry,” jelas Tumiyono, CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk.
Prospek positif industri pangan salah satunya didorong oleh permintaan protein hewani yang
diproyeksi terus mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi. Apalagi,
sektor pangan juga menjadi fokus pemerintah saat ini. Berdasarkan data dari BPS yang diolah tim
riset internal Perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai
986.170 ton, atau naik sekitar 14% dibanding tahun 2025. Sementara itu, konsumsi daging ayam
diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5% dari tahun sebelumnya.
Peluang inilah yang ditangkap oleh grup Perseroan sehingga dapat meningkatkan penjualan.
“Selain perbaikan di sisi pendapatan, Perseroan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam
kemampuan membayar hutang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada Q1-2026
mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada Q1-2025. Perbaikan ini merupakan dampak dari
restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” ungkap
Tumiyono.
Kedepannya, Perseroan akan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas
operasional dan utilisasi fasilitas existing Perseroan. Untuk mendukung hal ini, Perseroan berupaya
mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset Perseroan yang sudah tidak
produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor
strategis.
Selain itu, Perseroan dan anak usaha Perseroan yaitu PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) juga
mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue. Melalui aksi korporasi ini, Perseroan
akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.500.000.000 saham baru untuk WMPP dan sebanyak
banyaknya 6.004.705.896 saham baru untuk WMUU.
“Aksi korporasi Perseroan baik WMPP dan WMUU ini merupakan langkah penting bagi Perseroan
karena hasil dananya akan dipakai sebagai tambahan modal kerja Perseroan sehingga diharapkan
dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja Perseroan dan memperkuat daya saing dalam
industri” pungkas Tumiyono.