Kuartal 1 2026, Laba WMPP Lompat 281,5% YoY

2 Jul 2026 / Admin / 140 Reads

Jakarta, 30 Juni 2026 – Perusahan consumer goods and agricultural commodities nasional – PT

Widodo Makmur Perkasa Tbk (IDX: WMPP) sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2026 telah

menunjukkan perbaikan kinerja seiring dengan upaya efisiensi perusahaan. Pada kuartal pertama

2026, Perseroan berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 287,7 miliar secara konsolidasi, atau

meningkat hingga 40,9% dibanding pendapatan pada periode yang sama tahun 2024.


Apabila dilihat dari segmen usahanya, pendapatan ini paling bayak disumbang oleh lini bisnis

peternakan unggas (poultry) sebesar 85,54%, diikuti oleh lini bisnis pengolahan daging (meat

processing) sebesar 11,52%, lini bisnis peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96%, dan

komoditas (commodity) sebesar 0,99%. Selan itu, Perseroan juga meunjukan perbaikan pada sisi

Beban Pokok Pendapatan yang berdampak positif terhadap Laba Kotor yang dicatatkan sebesar Rp

3,2 Miliar sepanjang Q1-2026, naik 156,1% YoY. Selain itu, Perseroan juga mencatatkan laba bersih

sebesar Rp 130,3 Miliar, atau naik 281,5% YoY dari periode sebelumnya yang masih mencatat rugi

Rp 71,8 Miliar.


“Perbaikan rasio Beban Pokok Pendapatan yang membuat Perseroan berhasil mencatat laba kotor

ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya. Hal ini juga seiring

dengan perbaikan kinerja Perseroan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan

global dan dalam negeri yang membuat pendapatan Perseroan mengalami peningkatan, khususnya

di segmen Poultry,” jelas Tumiyono, CEO PT Widodo Makmur Perkasa Tbk.


Prospek positif industri pangan salah satunya didorong oleh permintaan protein hewani yang

diproyeksi terus mengalami peningkatan, baik daging ayam, telur ayam dan daging sapi. Apalagi,

sektor pangan juga menjadi fokus pemerintah saat ini. Berdasarkan data dari BPS yang diolah tim

riset internal Perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau pada tahun 2026 diproyeksi mencapai

986.170 ton, atau naik sekitar 14% dibanding tahun 2025. Sementara itu, konsumsi daging ayam

diprediksi mencapai 4,99 juta ton pada tahun 2026, atau naik hampir 5% dari tahun sebelumnya.

Peluang inilah yang ditangkap oleh grup Perseroan sehingga dapat meningkatkan penjualan.

“Selain perbaikan di sisi pendapatan, Perseroan juga mulai menunjukkan perbaikan dalam

kemampuan membayar hutang. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) pada Q1-2026

mencapai 1,4 kali, dibandingkan 0,7 kali pada Q1-2025. Perbaikan ini merupakan dampak dari

restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur,” ungkap

Tumiyono.


Kedepannya, Perseroan akan tetap fokus melanjutkan strategi efisiensi serta meningkatkan aktivitas

operasional dan utilisasi fasilitas existing Perseroan. Untuk mendukung hal ini, Perseroan berupaya

mengumpulkan modal kerja dengan melakukan divestasi sejumlah aset Perseroan yang sudah tidak

produktif serta membuka pintu untuk melakukan kerjasama dengan sejumlah mitra dan investor

strategis.


Selain itu, Perseroan dan anak usaha Perseroan yaitu PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) juga

mengambil langkah strategis melalui aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak

Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Rights Issue. Melalui aksi korporasi ini, Perseroan

akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 8.500.000.000 saham baru untuk WMPP dan sebanyak

banyaknya 6.004.705.896 saham baru untuk WMUU.


“Aksi korporasi Perseroan baik WMPP dan WMUU ini merupakan langkah penting bagi Perseroan

karena hasil dananya akan dipakai sebagai tambahan modal kerja Perseroan sehingga diharapkan

dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja Perseroan dan memperkuat daya saing dalam

industri” pungkas Tumiyono.