Mendorong Energi Baru Terbarukan Melalui Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

21 Oct 2022 / Admin / 140 Reads

Mendorong Energi Baru Terbarukan Melalui Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Oleh: Yuyu Y. Kasim, Vice CEO, PT Langgeng Makmur Perkasa


Di zaman modern seperti saat ini, mungkin kita tidak dapat terlepas dari listrik sebagai salah satu kebutuhan primer. Bayangkan saja, dari kita bangun di pagi hari menggunakan jam alarm digital, hingga kita kembali tidur malam dengan menggunakan AC atau memutar musik klasik untuk menemani tidur kita. Semua membutuhkan energi listrik agar alat-alat tersebut dapat bekerja dengan baik.

Lalu pernahkah kita bertanya, bagaimana jika suatu saat nanti listrik di bumi tiba-tiba punah? Bisakah manusia hidup tanpa listrik untuk membantu hidupnya? Lantas apa yang seharusnya kita lakukan agar listrik tetap ada demi kelangsungan kehidupan manusia di bumi?

Perlu kita ketahui, bahwa saat ini energi listrik yang digunakan baik skala rumah tangga maupun industri masih banyak bergantung pada sumber energi tak terbarukan seperti batubara hingga bahan bakar minyak (BBM) dari fosil. Sehingga jika suatu saat material tak terbarukan tersebut habis, maka listrik pun akan sulit didapatkan oleh manusia.

Memahami fenomena tersebut, PT Langgeng Makmur Perkasa, anak usaha dari PT Widodo Makmur Perkasa, Tbk melakukan sebuah inovasi dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi sebuah alternatif energi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. PLTS menjadi sebuah pilihan bagi Perusahaan, mengingat sumber dayanya yang melimpah dan akan terus ada dalam jangka waktu yang sangat lama, yaitu menggunakan paparan sinar matahari.

Upaya pemanfaatan PLTS Perusahaan adalah dengan instalasi panel surya di beberapa area operasional Perusahaan dengan tujuan memasok kebutuhan energi, sehingga tidak terlalu bergantung pada pasokan listrik dari luar, selain dapat menekan cost produksi untuk belanja energi. Sederhananya, panel surya adalah pembangkit listrik yang mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik. Solar panel umumnya dipasang di atap bangunan (rooftop) atau di atas tanah secara langsung (ground mounted) dengan arah panel yang diatur sedemikian rupa sehingga mampu menyerap sinar matahari semaksimal mungkin.

Solar panel merupakan sumber energi terbarukan yang melimpah dan berbiaya murah. Perseroan dapat memperoleh banyak manfaat dengan penggunaan pembangkit listrik ini antara lain:

Penghematan biaya konsumsi listrik,

Mengurangi polusi dari sumber energi fosil yang digunakan oleh pembangkit listrik konvensional,

Menciptakan kredit karbon yang bisa dimanfaatkan dalam transaksi bisnis kedepannya.

Pemanfaatan PLTS juga sejalan dengan arahan dan upaya Pemerintah untuk terus mendorong praktik ekonomi hijau (green economy) di Indonesia.

Hingga saat ini setidaknya sudah ada enam (6) area operasional Perusahaan yang telah memanfaatkan panel surya dengan kapasitas bervariasi mulai dari 250 KWp hingga 5,0 MWp untuk memasok kebutuhan energi internal Perusahaan. Upaya tersebut juga menjadi langkah jangka pendek Perusahaan dalam mencapai capaian energi terbarukan hingga 2023. Untuk jangka menengah, Perusahaan merencanakan akan memanfaatkan PLTS di area peternakan terintegrasi (integrated farms) dengan kombinasi pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) dan penggunaan baterai penyimpanan listrik. Secara keseluruhan, Perusahaan menargetkan dapat menghasilkan Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 158 MWp.

Namun implementasi PLTS pun tidaklah mudah, misalnya regulasi pembatasan konsumsi energi listrik yang ditentukan oleh otoritas terkait. Sehingga saat ini, Perusahaan  masih memanfaatkan energi secara hybrid yaitu kombinasi antara penggunaan listrik dari PLTS dan PLN. Biasanya, penggunaan listrik PLTS akan digunakan saat siang hari di mana cahaya matahari melimpah, sedangkan ketika malam hari akan menggunakan pasokan energi dari PLN. Mengingat pentingnya konsumsi listrik untuk pasokan energi, Perusahaan berharap agar dapat memaksimalkan penggunaan PLTS lebih dari 15% sejalan dengan upaya Pemerintah mencapai 23% Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2025.

Hingga saat ini, pemanfaatan PLTS sebagai EBT telah mendorong efisiensi biaya utilitas operasional hingga 20-25%, dan menurunkan biaya produksi secara keseluruhan antara 2-3%. Penurunan biaya produksi ini bermanfaat dalam meningkatkan daya saing dalam penjualan produk-produk Perusahaan di pasar, serta mendukung pengembangan bisnis dan investasi di berbagai lini bisnis.

Pemanfaatan PLTS merupakan upaya agar Perusahaan dapat adaptif menghadapi tantangan perubahan zaman mengikuti perkembangan teknologi. Langkah ini juga merupakan bentuk dukungan sebagai warga dunia untuk berpartisipasi menjaga dan merawat bumi kita lebih baik, selain menjadi peluang untuk mendorong bisnis yang berkelanjutan di tanah air maupun regional.

===Selesai===


Unduh infografis pemanfaatan energi surya Perusahaan di sini


Tentang Penulis

Yuyu Y. Kasim adalah Vice CEO, PT Langgeng Makmur yang telah bergabung dengan Perusahaan sejak 2015. Lulus dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yuyu telah menggeluti bidang pengelolaan konstruksi dan energi sejak mengawali karirnya. Pria yang memiliki hobi olahraga dan traveling ini, memiliki cita-cita untuk berkontribusi membangun negeri ini melalui tangan-tangan handal anak muda Indonesia.